7 GOLONGAN

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

“Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah SWT pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Pemimpin yang adil, pemuda yang menyibukkan dirinya beribadah kepada Allah SWT, seorang yang hatinya selalu terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai kerana Allah, berkumpul dan berpisahnya kerana Allah, seseorang lelaki yang diajak berzina oleh wanita yang kaya dan cantik, lalu ia menolaknya sambil berkata ‘aku takut kepada Allah’. Seseorang yang bersedekah dengan secara sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, serta seorang yang berzikir mengingati Allah dikala sendiri hingga mengalir air matanya.” (Sahih Bukhari, Hadis No 620).

Golongan Pertama

“Imam yang adil…”

Penjelasan: Dia adalah manusia yang paling dekat kedudukannya dengan Allah Ta’ala pada hari kiamat. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: َ‫م‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َِّ‫اَّلل‬ َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ع‬ َ‫ني‬ِ‫ط‬ِ‫س‬ْ‫ق‬ُ‫ْم‬‫ل‬‫ا‬ َّ‫إن‬ِ‫ني‬َِ‫َي‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ ٍ‫ر‬‫و‬ُ‫ن‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ر‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ن‬ ْ‫ي‬َ‫د‬َ‫ي‬ ‫ا‬َ‫ْت‬‫ل‬ِ‫ك‬َ‫و‬ َّ‫ل‬َ‫ج‬َ‫و‬ َّ‫ز‬َ‫ع‬ ِ‫ن‬َْ‫ْح‬َّ‫الر‬ُ‫ل‬ِ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ي‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ٌ‫ني‬َِ‫َي‬ ِ‫ه‬ِ‫ِف‬ َ‫ن‬‫و‬ ‫وا‬ُ‫ل‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫َه‬‫أ‬َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫م‬ْ‫ك‬ُ‫ح‬ “Orang-orang yang berlaku adil berada di sisi Allah di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, di sebelah kanan Ar-Rahman Azza wa Jalla -sedangkan kedua tangan Allah adalah kanan semua-. Yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum, adil dalam keluarga dan adil dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka.” (HR. Muslim no. 3406)

Golongan Kedua

“Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ‘ibadah kepada Rabbnya.”

Hal itu karena dorongan dan ajakan kepada syahwat di masa muda mencapai pada puncaknya, karenanya kebanyakan awal penyimpangan itu terjadi di masa muda. Tapi tatkala seorang pemuda sanggup untuk meninggalkan semua syahwat yang Allah Ta’ala haramkan karena mengharap ridha Allah, maka dia sangat pantas mendapatkan keutamaan yang tersebut dalam hadits di atas, yaitu dinaungi oleh Allah di padang mahsyar.

Golongan Ketiga

“Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid.” • Sungguh Allah Ta’ala telah memuji semua orang yang memakmurkan masjid secara umum di dalam firman-Nya, ِ‫ه‬‫اَّلل‬ ِ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ ٌ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ ‫َل‬َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ار‬َ ِ‫ِت‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬‫ي‬ِ‫ه‬ْ‫ل‬ُ‫ت‬ ‫َل‬ ٌ‫ال‬َ‫ج‬ِ‫ر‬‫ه‬‫ز‬‫ال‬ ِ‫اء‬َ‫يت‬ِ‫إ‬َ‫و‬ ِ‫َلة‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ ِ‫ام‬َ‫ق‬ِ‫إ‬َ‫و‬َ‫ن‬‫و‬ُ‫ف‬‫ا‬ََ‫َي‬ ِ‫اة‬َ‫ك‬ ُ‫ار‬َ‫ص‬ْ‫األب‬َ‫و‬ ُ‫وب‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫يه‬ِ‫ف‬ ُ‫ب‬‫ه‬‫ل‬َ‫ق‬َ‫ت‬َ‫ت‬ ‫ا‬ً‫م‬ْ‫و‬َ‫ي‬ “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS. An-Nur: 37)

Golongan Keempat

“Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah.” • Makna ‘mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah’ adalah keduanya bersatu dan bermuamalah karena keduanya mencintai Allah. Karenanya kapan salah seorang di antara mereka berubah dari sifat ini (mencintai Allah), maka temannya itu akan meninggalkannya dan menjauh darinya karena dia telah meninggalkan sifat yang menjadi sebab awalnya mereka saling menyayangi.

Golongan Kelima

 ”Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’.” • Dan orang yang sanggup melakukan ini akan termasuk ke dalam firman Allah Ta’ala, َْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫س‬ْ‫ف‬‫ه‬‫الن‬ ‫ى‬َ‫ه‬َ‫ن‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬َ‫ر‬ َ‫ام‬َ‫ق‬َ‫م‬ َ‫اف‬َ‫خ‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ‫ا‬‫ه‬‫م‬َ‫أ‬َ‫و‬َٰ‫و‬ “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.” (QS. An-Naziat: 40)

Golongan Keenam

 “Orang yang bersedekah dengan sembunyi- sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” • Yakni dia berusaha semaksimal mungkin agar sedekah dan dermanya tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah.

Golongan Ketujuh

“Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.” • Ini adalah amalan yang sangat berat dan tidak akan dirasakan kecuali oleh orang yang mempunyai kekuatan iman dan orang yang takut kepada Allah ketika dia sendiri maupun ketika dia bersama orang lain. Dan tangisan yang lahir dari kedua sifat ini merupakan tangisan karena takut kepada Allah Ta’ala.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.