Bersegera Menghapus Catatan Dosa dengan Amal Kebaikan

Rasulullah saw bersabda :

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

“Takutlah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, kerana kebaikan itu dapat menghapuskannya. Serta bergaulah dengan orang dengan akhlak yang baik” (Hadith Ahmad)

Pelajaran dari hadith ini bahwa seorang hamba apabila terjatuh dalam dosa, hendaklah bersegera menghapuskannya dari catatan amalnya, supaya ia terhindar dari segala akibat buruk yang akan timbul dari dosa yang ia lakukan itu. Oleh kerananya Nabi saw bersabda :

وأتبع السيئة الحسنة تمحها…

“iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, kerana dapat menghapuskannya…”

Kalimah yang menunjukkan kesegeraan, artinya segera tutupi dosa-dosa dengan taubat dan amal saleh. Jangan menunda-menunda. Kerana dosa yang terbiar lama dalam diri, sangat berbahaya. Dosa yang tidak segera ditaubati dikhawatirkan akan melahirkan dosa lain. Semakin banyak dosa, hati akan semakin gelap, tertutup olih noda-noda dosa.

Allah berfirman :

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ * كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Wahai Muhammad, ingatlah ketika Al Quran dibacakan kepada orang kafir. Orang kafir itu berkata, “Al Quran hanyalah dongeng orang-orang dahulu.” Sekali-kali tidak! Bahkan hati orang-orang kafir itu telah tertutup oleh dosa yang mereka kerjakan.” (Al Muthoffifin : 14).

Hasan Al Bashri menerangkan makna ‘rhan’ pada ayat di atas,

هو الذنب على الذنب حتى يموت القلب

“Itu adalah dosa yang ditambah dosa sehingga mematikan hati” (Tafsir al Baghowi).

Bahaya Menumpuk Dosa Tanpa Bersegera Beramal Baik

Bila dosa terus diulang, ditambah dosa-dosa lain, tanpa ada usaha untuk bertaubat dan mengimbanginya dengan amal saleh, maka noda-noda hitam yang mempergelap hatinya akan semakin banyak. Bahkan hati dapat tertutup dari cahaya Allah. Hatinya menjadi gelap dan hitam. Ia menjadi tak peduli dengan kuliti iman dan kesehatan hatinya. Nasihat-nasihat akan sulit masuk ke sudut hati. Sampai akhirnya meninggal dunia dengan membawa dosa yang belum ia taubati. Tentu ini akan membawa petaka di akhirat nanti.

Nabi saw bersabda :

إن العبد إذا أخطأ خطيئة نكتت في قلبه نكتة سوداء فإذا هو نزع واستغفر وتاب سقل قلبه وإن عاد زيد فيها حتى تعلو قلبه وهو الران الذي ذكر الله { كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون }

“Sesungguhnya seorang hamba apabila ia berbuat satu dosa, maka dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Apabila dia berusaha menghilangkannya dan beristighfar serta bertaubat maka terhapuslah titik tersebut. Jika kembali berbuat dosa maka akan bertambah sehingga memenuhi ruang hati. Itulah yang disebut dengan penutup hati yang disebutkan Allah… sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa yang selalu mereka perbuat itu menutupi hati mereka” (Hadith Tirmidzi).

Ada sedikit saja noda yang menempel di pakaian, kita merasa resah. Mengapa kita tidak resah dengan dosa yang menodai hati? Orang yang bijak merasa khawatir dan segera membuang jauh-jauh noda-noda hati itu.

Tiga Hal yang Dapat Menghapus Dosa

1. Bertaubat
2. Beristighfar tanpa taubat
3. Amal saleh

kredit: Ustaz Azhar Idrus

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.